Statistik Pengunjung :

ARTIKEL

Ka'bah Universal Time ( 1 )

Sebuah buku menarik karya Bambang E. Budhiyono berjudul KUT (Ka'bah Universal Time), atau diterjemahkan dengan judul yang lebih "gagah" REINVENTING THE MISSING ISLAMIC TIME SYSTEM.Dalam buku ini menjelaskan Time System yang belaku sekarang menggunakan Kalender Gregorian yang pupoler disebut kalender Masehi dengan pola peredaran bumi mengelilingi matahari.

Baca Selengkapnya
Ka'bah Universal Time ( 2 )

Seperti yang dijelaskan oleh penulis buku ini (Bambang E. Budhiyono). Bahwa KUT tidak membagi tanggal international menjadi menjadi dua bagian (timur dan Barat). Tetapi dengan menggeser Garis waktu penggantian tanggal 180* meridian ke 40* BT. dan ditetapkan sebagai 0* meridian Ka'bah UT. Dan penggantian tanggal tidak lagi pada jam 00:00 tetapi pada jam 18:00, sebagaimana layaknya orang Jawa yang menyatakan bahwa (misal) hari Kamis Sore jam 18:00...

Baca Selengkapnya
Ratu Adil Berwajah Miskin

Di tengah galau dan frustasi masyarakat dalam yang tidak menentu, harapan banyak ditumpu akan kehadiran Sang Ratu Adil, atau juga munculnya Satria Piningit. Harapan semacam ini telah ada sejak jaman VOC sampai saat sekarang. Mungkin saja ia akan menjadi embicaraan di sepanjang hidup bangsa kita karena terdapat unsur atau sisi mistik dibalik harapan yang ada.

Baca Selengkapnya
Right to Achieve the Prospherity

Menjadi orang kaya atau yang sederajat mungkin adalah impian bayak orang. Terlepas apakah kaya secara materi maupun spiritual. Apalagi kedua-duamya, ia menjadi maknit yamg berdaya tarik sangat kuat. Hampir seluruh energi manusia dikuras habis untuk mewujudkan. Bahkan lebih dari itu ia korbankan seluruh hayat hidupnya untuk menjadi kaya. Tidak satupun manusia waras bercita cita untuk menjadi miskin.

Baca Selengkapnya
Menembus Kegelapan dan Kematian

Kita tentu setuju akan ungkapan setiap anak manusia memiliki rezeki masing-masing. Coba kemudian kita hubungkan dengan semboyan banyak anak banyak rezeki yang didasarkan pada ungkapan di atas. Baik ungkapan dan semboyan diatas semuanya ada didalam pikiran (angan-angan) kita. Mari kita bercerita tentang suatu keluarga yang gigih menolak konsep keluarga berencana..

Baca Selengkapnya
Membakar Surga dan menyiram Neraka

Kalau kita merenung kilas balik jalan kehidupan yg telah kita lalui, dan bukanlah tidak mensyukuri nikmat yang telah diterima bahwa kami yakini bahwa diri kita ini lahir dari "ibu kandung" yang bernama masa lalu. Dari bibit masa lalu itu itulah kita dibuat. Pergi kemanapun kita bergerak. Apapun yg kita lakukan, atau apa yang kita impikan dimasa depan, bibit terakhir akan senantiasa ikut dan ada dalam diri kita.

Baca Selengkapnya
Mungkin Bukan Satu-satunya

Saat mata menatap langit di siang hari, bola mata tak lagi sanggup menampung betapa luas dan lowongnya alam semesta. Lain hal yang terjadi jika mata menatap langit di malam kelam. Sungguh alam semesta ini begitu padat, sempit bertaburan bintang. Hingga saat ini tidak satupun manusia yang mampu menghitung berapa jumlah bintang di langit, meski teknologi yang lahir..

Baca Selengkapnya
Jari Manis

Sebenar-benarnya Allah SWT telah memberikan tanda-tanda-tanda kebesaran-NYA. Mari kita pelajari tanda kebesaran-Nya melalui kenyataan yang bisa kita rasakan sendiri. Dan tidak terjebak pada "katanya", kata si Polan, kata si Anu atau menurut buku.... dsb. MENGAPA CINCIN SEBAGAI TANDA PERTUNANGAN / PERKAWINAN DI SEMATKAN PADA JARI MANIS ?

Baca Selengkapnya
Produk Angan-Angan

Seorang anak bertanya pada bapaknya :
"Pak, kenapa lampu itu nyala ?".
"Karena dialiri oleh listrik" jawab Bapak.
"Trus listrik itu apa pah ?" kembali anak bertanya.

Baca Selengkapnya
Kedalaman Duka Cita

Kesadaran bahwa kematian bukanlah sebuah perpisahan tanpa ada harapan akan pertemuan, sudah lama saya pernah dengar. Dan sudah cukup lama dicoba untuk ditanamkan ke dalam tubuh dan jiwa ini. Namun, sebagaimana hakekat manusia biasa yang tidak pernah dijangkau oleh kesempurnaan, kematian istri usai sungkeman Idul Fitri 1997 masih saja menjadi beban duka cita yang mendalam bagi saya.

Baca Selengkapnya
SastraJendra ( jawa )

Ampun dados derdhahing manah, menawi sedaya ingkang sampun kagelar sanes pikajengan badhan salira pribadi. Kasabab gelar-gulungipun kawruh HURIP lan kasunyatan hurip sampun dados gelar ingkang nyata. Punapi ingkang sampun kaandareken ing tembe uni, sejatosipun dawah saking telenging raosing arrasy kinobaran saking getering cahya HURIP ingkang mahanani dayaning cipta driya nuwuhaken adhining Sastrajendra..

Baca Selengkapnya
Mengenal Diri Sendiri sebelum Mengenal Allah

Barang siapa mengenal diri sendiri, sesungguhnya ia mengenal TUHAN. Yakini bahwa kalimat di atas berlaku universal dan bersifat lintas agama. Karena untuk mengenal diri sendiri adalah hak azasi semua umat. Masalahnya adalah kita terbentur pada metodenya. Untuk metode yang paling sederhana saja diperlukan keberanian. Apalagi menggunakan metode yang lebih sophisticated. Tentunya diperlukan keberanian yang lebih.

Baca Selengkapnya
Mencari Kebahagiaan

Pada hakekatnya semua manusia telah dianugrahi "jatah" rezeki masing-masing oleh Allah SWT. Ke semua ini tergantung dari upaya maupun usaha setiap individu manusia untuk menggapainya. Oleh karena itu kunci untuk mencapai kebahagian adalah usaha.

Baca Selengkapnya
Kebahagiaan dan Welas Asih

Kebahagiaan adalah mata pencarian hampir setiap orang Apakah itu menikah, bekerja, berdo’a atau kegiatan hidup lainya. Semuanya bermuara pada samudera yang bernama Kebahagiaan. Sebegitu dahsyatnya daya tarik kebahagiaan, sehingga banyak orang yang mengejarnya meski dengan ongkos yang mahal. Kendati sudah menjadi tujuan manusia sejak zaman dulu kala, dan manusia telah..

Baca Selengkapnya