Makna Shalat
Coba kita renungkan script ini:
Sewaktu Muhammad dipanggil oleh Allah melalui perjalan Isra Mi'raj
Semua kebesaran Allah SWT diperlihatkan kepada Muhammad. Setelah
membaca Lauhil mahfuz ditempat alam tertinggi berdiri
Arasy Allah. Maka berkatalah Muhammad :"Attahiyyatu
lillaah, wa shalawaatu thayiibaat (seluruh penghormatan hanya untuk
Allah, begitu juga seluruh ibadah dan harta)
ALLAH menjawab :"ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA RAKHMATULLAHI
WA BARAKAATUH"
(kesejahteraan bagimu hai nabi, Rahmat Allah dan berkatNYA)
Nabi menjawab :"Assalamu'alaina wa alaa ibaadilllahis shalihin".
(Limpahkanlah kesejahteraan bagi kami, juga kepada hamba
Allah yang saleh)
Dengan takjub malaikat ramai-ramai menunjuk
dan berkata :"Asyhaduanlaa ilaaha ilallaah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullah"
Disinilah makna hakekat mengapa jari
telunjuk diterminologikan
sebagai kesadaran malaikat. Dimana para malaikat mulai menyadari
maksud Allah mengangkat Muhammad dengan kemuliaan melebihi
dari nabi nabi yang lain dengan memberi gelar Muhammad SAW. Sedangkan
Nabi-nabi sebelumnya hanya bergelar Allaihis Sallam. Inilah kebesaran
Allah SWT yang bisa kita rasakan dihati. bukan kebenaran yang berazaskan
Dogma.
Mahluk Allah yang pertama yang mengucap syahadat adalah para malaikat
sebagai pengakuan bahwa Muhammad adalah
rasulullah.
Sewaktu nabi Muhammad SAW menjawab salam dari ALLAH,
"Assalamu'alaina wa alaaibaadilllahis
shalihin"
(Limpahkanlah kesejahteraan
bagi kami, juga kepada hamba Allah)
ini mengandung permohonan Rasulullah kepada Allah SWT untuk
melimpahkan kesejahteraan kepada hamba Allah yang saleh.
Sudah jelas permintaan Rasulullah adalah UNTUK SEMUA
HAMBA ALLAH yang saleh.
Bukankah kalimah ini dibaca pada saat tahiyat awal dan tahiyat akhir ?
Sangat sayang jika kita shalat hanya sekedar mengikuti syariah
(rubuh-rubuh pisang) tanpa bisa memahami makna sejatinya.
Ayo jangan buang buang waktu untuk memahami supaya kita
tidak menjadi hamba Allah yang merugi.
KEBENARAN HARUS BISA DIBUKTIKAN DENGAN KASAT RASA ATAU
DENGAN KASAT MATA. BUKAN ATAS DASAR KATANYA SI POLAN, SI BADU
SI... SI.... DAN SI....
Wassalam.
Bambang Sarkoro.