BUKU PEDOMAN MLP


Keterbukaan


Diawali masuknya tehnologi informasi di negeri kita, dimana komunikasi menjadi semakin mudah dan cepat. Apalagi hadirnya Internet sehingga semua informasi bisa di upload dan langsung menyebar keseluruh dunia.

Upaya meyakinkan kepada para sesepuh untuk mengenalkan Margaluyu Pusat lewat internet bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Hampir semua sesepuh menyatakan bahwa usaha itu tidak efektip. Disamping alasan untuk patuh pada wasiat abah Andadinta yang mengatakann tidak boleh Dir atau pamer. Satu satunya dukungan yang membuat semangat adalah datang dari pelatih pusat yakni Mang Andi Rohandi dan Idit Junaidi. Hadirnya Margaluyu Pusat di cybermedia adalah bersifat introducing / mengenalkan eksistensi Gerak Badan Margaluyu Pusat.


Mengapa kami perlu hadir di Internet ?


Pertama

Kami hadir di internet karena memang cybermedia memberikan peluang yang mudah.

Kedua

Di dorong rasa prihatin atas terpuruknya citra beladiri tradisional yang digilas oleh beladiri asing yang terlihat lebih modern. Pencak Silat dan atau seni pernapasan mendapat stempel beladiri kampungan, seperti seni tari dan gerak jurus yang tidak terlihat unsur beladirinya.

Ketiga

Paradigma para sesepuh yang tidak mau membuka diri untuk menurunkan semua ilmunya. Karena ada kecenderungan menjaga rahasia agar keilmuan yang dimilki tidak bocor keluar. Paradigma inilah yang perlu di reformasi agar silat dan seni pernapasan tradisional tidak punah digilas kemajuan zaman.


Atas dasar inilah kehadiran Margaluyu Pusat di ceybermedia adalah upaya pelestarian beladiri tradisional agar tidak punah dan tetap mendapat tempat di masyarakat dengan image minimal setara dengan beladiri asing yang sudah eksis di Indonesia

Pada awalnya dimulai dengan membuat mailing list Margaluyu Pusat sekitar tahun 1997. Hadirnya mailing list Margaluyu Pusat membuat surprise, karena respon yang begitu besar dan kami bisa menemukan para pengayat Margaluyu Pusat yang sebelumnya kita tidak pernah kenal. Mailing list menjadi jembatan silaturahmi yang menakjubkan.

Bahkan lebih dari itu, berkat tampilnya informasi abah Andadinata tokoh pendiri Margaluyu Pusat di cybermedia kemudian kami mendapat informasi bahwa ada banyak perguruan / lembaga beladiri seni pernapasan yang berakar dari warisan jurus-jurus yang diajarkan oleh abah Andadinata. Lebih jauh lagi juga kami mendapatkan informasi perguruan beladiri pernapasan yang menggunakan nama Margaluyu yang sebenarnya tidak memiliki kaitan keilmuan dengan Margaluyu Pusat.

Bahkan yang lebih menakjubkan lagi, kami menerima informasi tentang sejarah hidup Abah Andadinata maupun sejarah keilmuan Margaluyu yang sangat berbeda. Sehingga kami khawatir akan membingungkan masyarakat, khususnya penghayat keilmuan Margaluyu Pusat.

Karena kami menerima informasi yang tidak jelas sumbernya yang menyatakan bahwa usia abah Andadinata mencapai 394 tahun dan tidak terlacak dimana kuburnya. Maka melalui mailing list dilakukan upaya pelurusan sejarah pribadi abah Andadinata berikut keluarganya dan sejarah Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat. Dengan menampilkan logika umum bahwa sejak abad ke 7 sampai saat ini, tidak satu orang tokoh pun yang berusia lebih dari 150 tahun.

Sebut saja raja-raja dari Wangsa Isyana (Medang Kamulan), Kediri, Dhaha, Singasari, Majapahit, Demak, Pajang, sampai Mataram. Semuanya tidak ada yang mencapai usia 150 tahun. Seorang yang berkualitas Raja saja tidak mampu mencapai usia setua itu, apalagi yang hanya berstatus rakyat biasa.

Langkah berikutnya adalah dengan mengukuhkan Gerak Badan Margauyu Pusat melakukan registrasi domain agar jalan untuk memiliki website di khasanah cybermedia. Adapun alamat website Gerak Badan Pencak Margaluyu pusat adalah www.margaluyu-pusat.net.

Dengan dimiliki homepage Gerak Badan Margaluyu Pusat, maka arus informasi semakin deras mengalir diikuti oleh permintaan pelatihan.

Sekelompok pemuda yang mengaku sebagai pecinta silat tradisional membentuk forum yang mereka namakan Forum Pelestari dan Pecinta Silat Tradisional Indonesia, yang merasa prihatin atas kelangsungan hidup silat tradisional, secara mengejutkan mengundang kami untuk melakukan diskusi dan mengenalkan keilmuan Margaluyu Pusat. Forum ini mengetahui eksistensi Gerak Badan Margaluyu Pusat lewat Innternet. Yang pada hakekatnya keterbukaan sistimatika pelatihan Margaluyu Pusat sangat selaras dengan azas dan tujuan dari forum ini.

Dalam pertemuan ini, ternyata banyak anggota forum yang pernah belajar keilmuan Margaluyu. Oleh karena itu wakil dari Margaluyu Pusat diminta untuk menjadi sesepuh forum ini. Dengan demikian networking Gerak Badan Margaluyu Pusat melalui Forum Pelestari dan Pecinta Silat Tradisional Indonesia, IPSI dan International Pencak Silat Federation (PERSILAT) semakin kokoh.

Kontribusi terbesar yang kami lakukan adalah bertindak sebagai moderator pada Workshop Maenpo Cikalong yang mendapat dukungkan PERSILAT dan Pemda Kabupaten Cianjur sebagai tuan rumah, dimana dalam workshop ini kami berhasil membuka wacana dan kesadaran para sesepuh maenpo Cikalong untuk memmbuka diri guna melestarikan silat tradisional, khusus nya Maenpo.