BUKU PEDOMAN MLP


Penyebaran Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat


Sejak secara definitip PPS Margaluyu Pusat yang berkedudukan di desa Cikuya kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung pada tahun 1948 didaftarkan pada Departemen Pendidikan dan Kebudayan Propinsi Jawa Barat. Maka mulailah keilmuan Margaluyu Pusat menyebar keluar dari Cicalengka.

Para senior Margaluyu Pusat yang telah berjasa dalam pengembangan dan penyebaran Keilmuan Margaluyu Pusat antara lain :

  1. Mang Suwandi (Bandung)
  2. Andi Rohani (Cicalengka Dungus Maung)
  3. Mang Uwen (Garut)
  4. Mang Adiwikarta (Ulis – Cikuya Ciclengka)
  5. Idid Junaidi (Cikuya Cicalengka)
  6. M Saleh (Rancaekek)
  7. M. Saitja (Karawang)
  8. M Mualim Toha (Bogor)
  9. H. Maan (Bogor)
  10. Haji Idi Sidiq (Cianjur)
  11. Ucu Sapri (Kebayoran)
  12. Musa (tanjung priok)
  13. Romli Eng Go (tebet Jakarta)
  14. Suherlin (Pamanukan Subang)
  15. Dan Suwaryono (Jogyakarta)
  16. Sumo Prawiro (Wates DIY)
  17. Soekabdjo (Beran kidul Sleman)
  18. Toha (Waru – Sidoarjo)
  19. Haji Maksum (Pasuruan)
  20. Muljohardjo (gedung air – Lampung)
  21. Imam Sudarso (Kp.duri – Grogol)
  22. Markam (cililitan – Jak. Timur)

Mereka adalah pelatih senior yang telah memberikan andil besar dalam penyebaran keilmuan Margaluyu Pusat. Dari jasa para senior inilah penyebaran keilmuan Margaluyu Pusat baik ilmu pencak silat maupun ilmu pernapasan menyebar ke seluruh Nusantara.

Selepas wafatnya abah Andadinata, kordinasi pemberian mandat sebagai pelatih dilakukan oleh Ibu Sukaesih Andadinata dibantu oleh Mang Andi Rohandi dan Idit Junaidi Sedangkan untuk kordinasi pelatihan di sekertariat Pusat Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat Cikuya Cicalengka.

  1. Pencak Silat oleh bapak Idit Junaedi
  2. Sport /jurus oleh Bapak Andi Rohandi.

Guna melestarikan pakem Keilmuan Margaluyu Pusat, baik metode pelatihan maupun kesempurnaan tata gerak silat dan atau tata gerak jurus pernapasan, sedikitnya 1 tahun sekali dilakukan pertemuan pendekar pelatih Margaluyu Pusat di Cikuya Cicalengka yang bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tepatnya tanggal 12 Rabiul Awal. Yang sampai saat ini masih menjadi tradisi.