Kecerdasan Bukan Satu-satunya
Sering kali kita jumpai banyak orang mengeluh
diperlakukan tidak adil karena mendapat target yang tinggi. Sebaliknya orang
merasa happy jika diberi target yang rendah. “Reaksi” semacam
ini layaknya sudah menjadi budaya.
Keluhan atau perasaan happy
sebenarnya adalah keputusan pribadi dari seseorang untuk memberikan penilaian
terhadap kemampuanya sendiri dalam mensikapi tantangan yang
diberikan. Kalau ianya mengeluh karena di beri target lebih
tinggi, artinya menilai dirinya berkemampuan rendah,
yang di ekspresikan lewat keluhan.
Sebenarnya target tinggi merupakan soalan baru yang
harus diselesaikan dengan menggunakan kecerdasan terakhir yang dimiliki saat
ini. Dari titik inilah akan terjadi pemikiran baru, pengalaman baru yang pada
akhirnya memperluas memori kecerdasan
Kecerdasan meningkat berbanding lurus dengan bertambahnya soalan baru yang dihadapi.
Dalam artian bahwa kecerdasan bukanlah sesuatu yang instan.
Kecerdasan selalu bersifat modern. Penggunaan dalil lama untuk
mencari solusi persoalan saat ini, meski memiliki hubungan kesamaan yang erat,
tidak efektip tanpa menggunakan kecerdasan yang disertai dengan pemikiran
pemikiran baru.
Menggunakan kecerdasan saja tanpa diikuti oleh pemikiran
baru akan terlihat bodoh, dan tidak percaya diri menghadapi soalan baru.
Di zaman sekarang boleh saja sesuatu yang instan dianggap modern. Sebut saja mulai
mie instan sampai ilmu-ilmu new-ages dan tenaga dalam.
Mie instan, tidak perlu berpikir tinggal ceburkan ke air panas beberapa menit
langsung siap bisa disantap.
Tenaga dalam, bayar saja ongkosnya, energi bisa di transfer. Sakti, tidak perlu
berlatih.
Bisa dibayangkan, menggunakan kecerdasan tanpa diikuti oleh pemikiran, kita sudah akan
terlihat bodoh, apalagi kalau kita ingin mendapatkan sesuatu dengan instan tanpa melatih
kecerdasan, terus kita akan terlihat seperti apa ?
Tidaklah ingin mengecilkan arti mereka yang berolah dengan cara instan. Hanya
sekedar ingin berbagi cerita, dari pengalaman para sejawat yang pernah “berguru” secara
instan,