JAGA DIRI
Mohon terminologi menjaga diri tidak disamakan dengan membela diri.
Dalam Pedoman Gerak Badan Margaluyu Pusat no. 3 yang berbunyi "Ulah
ngahanakeun kana cariosan ku anjeun". Yang diartikan sebagai "Anda
jangan membuat / ngarang-ngarang cerita ".
Tentu yang dimaksud dengan ngarang cerita, adalah memberitakan sesuatu
yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi. Dalam artian pedoman
ML-Pusat no.3, mengingatkan pribadi kita untuk berperilaku jujur.
Kalau kita bicara soal kejujuran, maka kejujuran adalah adalah tools
yang membawa pribadi kita menjadi sosok yang diperhitungkan
eksistensinya.
Apakah didunia ini ada orang yang jujur? Kalo ada, lalu siapa orangnya ?
Acap kali kalau ditanya soal kejujuran, dalam pikiran kita yang tergambar selalu
berkaitan dengan hal-hal yang bersifat materialistis, untung dan rugi.
Karena terinduksi oleh aneka kesulitan kehidupan ekonomi yang dialami negeri ini,
yang mengalami krisis berkepanjangan,
Kalau kejujuran di konversi secara material, maka kita tidak akan
menemukan orang yag jujur.
Tetapi Kalau kejujuran dirujuk pada
perilaku budi pekerti luhur, kesetiaan, keberanian maka akan didapat
jutaan orang yang jujur.
Berapa banyak kehidupan rumah tangga yang berantakan, karena pribadi
kita kebanyakan ngarang cerita. Yang tidak sesuai dengan fakta. ?
Berapa banyak orang yang tertimpa kerugian, karena kita menyajikan
informasi palsu ?
Berapa banyak hubungan persahabatan yang retak, putus, atau hubungan
kekeluargaan menjadi tegang yang dipicu oleh ketidak jujuran dalam
memberikan informasi ?.
Berapa banyak kerugian yang diderita akibat dari secara bersama-sama
melakukan kesepakatan untuk menutup nutupi fakta, dengan mengarang
cerita yang tidak benar.?
Pertanyaan-pertanyaan diatas adalah aneka kejadian yang berkaitan
dengan lalainya pribadi diri kita dalam menjaga nama baik / kehormatan
diri. Dengan kata lain, jika kita gagal menjaga diri untuk menjunjung
kehormatan diri kita sendiri, maka sangatlah tidak mungkin untuk untuk
menjaga harkat, kehormatan dan martabat orang lain
Disadari atau tidak, disengaja atau tidak, bisa saja diri kita memiliki konntribusi
terjadinya aneka kejadian tersebut diatas. Karena kita gagal mensikapi atau
tidak tanggap dalam melakukan tindakan tindakan.
The story :
Si A mengaku kepada sahabatnya si B, bahwa dirinya tidak memiliki
relationship yang serius dengan si C. Karena Si A sangat menghormati
si B sebagai sahabatnya.
Dalam kenyataanya si A sebenarnya sedang mengejar si C. Upayanya di
lakukan di hari hari kerja, karena ini adalah kesempatan yang baik.
Karena di hari kerja rumah si C sepi, karena tuan/nyonya rumahnya ada
dikantor.
Dalam setiap bertamu kerumah si C, Si A lupa akan kesantuan adab
bertamu. Layaknya seorang tamu, yah mestinya duduk diruang tamu,
bukan di ruang lain. Katakanlah "ndeprok" di dapur.
Pada saat yang sama, sahabat Si B menghubungi lewat telpon Si A, yang
lagi mojok. Kepada si B si A memberikan informasi bahwa dia sedang
meeting.dikantor ----(end Story)
Dari story diatas bisa kita pahami. Bagaimana bentuk kualitas
kepribadian si A.
Disarikan dari "Manner & To be a Good Man" by David Ike.
Webmaster
Ps: Yg disajikan hanyalah intisari pemahaman, dari sebuah buku
bacaan.