KEMAJEMUKAN Kalau kita perhatikan suatu keluarga yang di karunia
banyak anak, mungkin 3 atau 4 orang anak, meski mereka lahir dari bibit dan
indung sama, tetap saja diantara mereka berbeda satu sama lainya. Wajah,
perangai, cara bergerak (gesture) dan suara semuanya
tidak sama, Meski diakui ada beberapa bagian fisik ada yang mirip.
Inilah yang disebut dengan kemajemukan konsisten
(plural consistency) ciptaan Allah SWT, bersifat mutlak, mandatory,
harus diterima oleh siapapun. Cobalah kita lihat contoh kecil
kemajemukan ini mempengaruhi perjalanan hidup mereke. Jika anak pertama dibelikan mainan baru, maka anak kedua mendapat
bekasnya, sedangkan anak ketiga cuma dapat cerita bahwa kakaknya pernah punya
mainan baru. Lalu bagaimana dengan anak bungsu, dia dapat apa ? Dia hanya dapat cinta dari kedua
orang tuanya. Sementara kakak-kakaknya mendapat cinta
kasih beserta pernik-pernik lainya. Ah….. nasib
anak bungsu. Contoh lain adalah dalam
resepsi pernikahan. jika kakak yang sulung menikah, maka anak bungsu akan menjadi
pager ayu atau pager bagus. Sebaliknya jika yang menikah anak
bungsu, maka tidak mungkin kakak sulungnya bisa menjadi pager ayu atau
pager. Kita melihat phenomena ini
sebagai hak yang hilang bagi anak bungsu. Sekali lagi ah….
Nasib anak bungsu. Dari uraian diatas, tergambar bahwa substansi material
memang tidak banyak dikecap oleh anak bungsu, tetapi anak bungsu memiliki substansi kekayaan spiritual jauh
lebih besar. Menyadari posisi ini, sikap yang seperti apa yang harus tampil. Apakah harus banyak menuntut sebagai
kompensasi atas kurangnya substansi material yang diperoleh
? Substansi kekayaan spiritual lebih besar yang dimiliki
oleh anak bungsu, merupakan keunggulan komparatip (advanced comparative), yang
harus dijaga secara konsisten. Pahami kemajemukan konsisten
sebagai ketentuan yang harus diterima. Karena tak seorangpun mampu menolaknya. Pahami bahwa substansi
material adalah tidak kekal. Dan sadari bahwa kekayaan spiritual tak
akan pernah habis dimakan krisis selama diri ini
konsisten menjaga dan mengawalnya.