Statistik Pengunjung :

Mengenal Diri Sendiri sebelum Mengenal Allah


Assalamu'alaikum wr. wb.

Sebelumnya mari kita bershalawat kepada junjungan kita Rasulullah Muhammad SAW.

Washalaatu wasasalaamu 'aala khairi khalqihi sayyidinaa Muhammadinsayyidil anbiyaa-i wal mursaliin wa 'alaa aalihii washahbihii wasallama. Amma ba'du.

Dengan berpegang pada sunah Rasulullah :

"WAMA 'ARAR FA NAFSAHA WA KHAR 'ARA RABBAHU"
( Barang siapa mengenal diri sendiri, sesungguhnya ia mengenal TUHAN )


Pertama :

Hilangkan dari pikiran semua yang berbau kata-nya, yang belum pernah kita rasakan. Hilangkan / kosongkan semua bunyi isi kitab suci Zabur, Taurat, Injil, Al Qur'an, Wedha dan semua kitab ilmu pengetahuan apapun yang ada di dalam pikiran.

Kata kuncinya adalah. ALLAH SUDAH ADA sebelum semua kitab suci dan kitab ilmu pengetahuan turun ke dunia.

Kedua :

Yakini bahwa ALLAH adalah hanya sebutan karena kata-kata Allah terjadi sesudah manusia bisa bicara. Sebelum manusia bisa bicara, sebutan kata-kata Allah belum ada.

Ketiga :

Dalam kebisuan, ketulian, cari siapa yang menguasai diri kita. Fakta menyatakan bahwa HIDUP-lah yang menguasai diri kita. Tanpa HIDUP diri kita tidak pernah bisa merasa, tidak pernah bisa melihat, tidak pernah bisa mendengar, tidak pernah bisa shalat, tidak pernah bisa belajar, tidak pernah bisa bekerja. Bukti bahwa HIDUP itu MAHA MENGUASAI semua yang bergerak, semua yang tumbuh. Oleh karena itu HIDUP dilafadskan dengan sebutan ALLAH.

Keempat :

Jangan takut anda di cap murtad oleh siapapun. Dan jangan menceritakan kepada orang lain sebelum anda merasakan sendiri buktinya. Karena ini hukum ma'rifat (al ma'rifatus illah Haq).

Kelima :

Yakini dan rasakan Kekuasan ALLAH atas alam semesta. Melalui tindakan (laku). Karena sesungguhnya kuasa manusia hanya seperti sebutir debu di tengah padang pasir.

Keenam :

Rasakan tanda-tanda / sinyal bahwa anda telah mulai mengenal diri. Karena mengenal diri adalah gerbang untuk mengenal ALLAH.


Tanda pertama

Jika kita berpuasa, kita tidak akan pernah merasa lapar.
Karena ALLAH tidak makan dan minum.

Tanda kedua:

Jika melihat / mendengar lawan jenis, tidak timbul berahi di mata, di dada, di telinga dan di kemaluan.
Karena ALLAH adalah tunggal, tidak ada sekutu bagi-NYA

Tanda ketiga:

Tidak pernah menuntut atas segala kekurangan imbalan dari apa yang kita kerjakan.
Karena semua rezeki di atur / ditentukan oleh ALLAH

Tanda keempat:

Tidak menyalahkan / menghakimi (keyakinan) orang lain, baik seiman maupun tidak.
Karena keputusan Benar atau Salah, ALLAH yang menentukan.

Tanda kelima:

Mampu berbuat adil atas harta dan perasaan tanpa mengharap imbalan. Karena ALLAH memberi tanpa diminta.

Tanda keenam:

Sebenar-benarnya masih ada banyak tanda-tanda yang bisa dideteksi dan dirasakan bila kita mulai mengenal diri. Karena seluruh Sifat ALLAH ada di diri seluruh umat manusia, tidak terkecuali.


Nah Sekarang coba di ingat-ingat, tanda mana yang sudah anda dapat rasakan ?

Semakin banyak tanda-tanda yang didapat maka semakin dekat diri ini kepada ALLAH.


Wassalam

Bambang Sarkoro