Statistik Pengunjung :

Produk Angan-Angan


Seorang anak bertanya pada bapaknya :

"Pak... kenapa lampu itu nyala ?".
"Karena dialiri oleh listrik", jawab Bapak.
"Trus listrik itu apa pah ?", kembali anak bertanya.

Dan bapaknya mulai bingung untuk menerangkan karena memang dia nggak pernah belajar tehnik listrik. Tapi demi anak tersayang tetap berusaha untuk menjelaskan.

"Listrik itu dibangkitkan di pembangkit listrik dan dialirkan ke rumah-rumah", jelas sang bapak.
"Kalo gitu listrik itu ada yang bikin ya...., caranya gimana ?"
"Caranya adalah kawat yang sudah digulung menjadi dinamo, kemudian diputar dengan cepat. maka jadilah listrik".
"Wah bapak hebat deh...., tapi kenapa ya kalo dinamo diputar kemudian bisa jadi listrik ?" tanya anak dengan penuh heran.
"Ya kalo bapak ditanya seperti itu nggak bisa menjawab, tapi asal tahu saja listrik itu sudah diciptakan oleh Allah jauh sebelum manusia pinter" jawab sang bapak.
"Jadi kalo gitu sekarang mesti Tanya sama siapa ?"
"Ya tanya sama yang menciptakan", sergah sang bapak.


Nah sekarang coba dianalogikan. Apakah akan di dapat jawabannya ? kemudian kalau tak terjawab Apakah kia menyangsikan keberadaan Allah yang sebenarnya lebih dekat dari urat leher kita. Dan apa resikonya kalau kita berani menyangsikan keberadaan-NYA, pasti ribuan hujatan menghantam. Lalu kalau harus dijawab dengan keimanan diri, tentunya masih sangat abstrak. Sangat sulit bukan.

Apa yang kita nikmati sekarang adalah hasil dari suatu proses. Dimulai dari angan-angan sampai menjadi produk. Siapapun yang lebih rajin belajar dan berlatih dialah yang akan memiliki nilai lebih. Tidak lebih dari itu. Oleh karena itu kewajiban kita adalah MENGHORMATI hak intelektual orang lain terlepas apakah dia seiman atau tidak seiman dengan keyakinan kita.

Menghormati hak (intelektual) orang lain, merupakan tuntutan yang tertulis di kitab suci manapun, dimana ISI kitab-kitab tsb, bukan produk angan-angan manusia. tetapi Kalam Allah yang diwahyukan kepada semua Nabi. Jadi, tidak perlu lagi memperbandingkan lagi mana yang paling sempurna. Karena semua Nabi dipilih oleh Allah.

Keinginan (baca:nafsu) manusia agar lebih kuat, lebih hebat, lebih... lebih dan lebiiiiih, inilah yang menimbulkan PENGELOMPOKAN yang pada akhirnya membuat dunia ini menjadi rentan. Karena hilangnya rasa persatuan untuk membangun dunia yang tata, tentrem loh jinawi, ijo royo-royo. Bukankah ini merupakan pengingkaran atas kalam Allah yang tertulis dalam kitab ?

Sadar atau tidak, banyak atau sedikit kita semua mungkin punya kontribusi yang menyebabkan dunia ini menjadi rentan. Maka sejak sekarang kita harus siap untuk digoreng di api neraka.


Wassalam

Bambang Sarkoro